Viral Lagi Harga Makanan Tak Wajar di Kawasan Wisata, yang Lucu Ada Meja pun Harus Dibayar

Sebuah rumah makan kembali viral lantaran harga menu makanan yang terbilang kelewat mahal.

Ini terjadi di kawasan Danau Toba ramai dikunjungi warga.

Sebagai kawasan wisata, tentu saja pengunjung dapat menikmati kuliner yang disajikan pelaku usaha rumah makan atau restoran di sana.

Tapi sepertinya pengunjung yang satu ini justru tidak menikmati sajian kuliner yang tersaji.

Keluhan wisatawan saat berkunjung ke Tuktuk, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir pun Viral di media sosial.

Tapi lucunya ada juga wisatawan yang harus membayar harga meja yang dia tempati saat berkunjung.

Cerita ini awalnya dialami para wisatawan yang berkunjung di sebuah restoran.

Yang kemudian diunggah oleh akun Facebook Marihot Simbolon di Grup Facebook Pature Samosir dimana anggota dalam grup tersebut adalah orang-orang Samosir.

Marihot Simbolon mengunggah sebuah foto struk pembayaran makanan yang dikenakan oleh pemilik restoran kepada wisatawan.

Hingga berita ini ditayangkan Tribun Medan masih mencoba mengkonfirmasi soal kejadian ini. Berita ini akan terus diupdate.

Sekali Duduk Rp 115 Ribu, Juliati Terkejut

Kejadian sejenis tidak terjadi kali ini saja, sebelumnya Seorang wisatawan atas nama Juliati Sagala yang berkunjung ke kawasan Danau Toba juga pernah mengalami hal serupa.

“Mohon pendapatnya diangka dongan par Samosir. (Mohon pendapatnya kepada teman orang Samosir).
Satu set meja Rp30.000
1 kopi hitam Rp15.000
Teh manis Rp 15.000*3=45.000
1 kopi saset Rp 15.000
Aqua Rp 10.000
Total Rp 115.000.

On ma biaya sahali hundul ditopi Tao Nainggolan.

Tarsonggot ma AU.” (Inilah biaya sekali duduk di Tepi Danau Toba, Nainggolan. Terkejut aku).”

Demikian unggahan akun Facebook Juliati Sagala pada Jumat (4/12/2018) sekira pukul 02.45 WIB di salah satu grup Samosir.

Postingan Juliati ini pun ramai dibicarakan netizen.

“Sampe kapan pun gak bakal maju wisata danau toba ini, sebelum dirubah mental pamangus (rakus) sian lingkungan i!!!” komentar akun Toham Purba.

” Au pe parlapo sipanganon do di Tomok, jala dang adong dope hubereng jala hubege kejadian songonon. Sada kejadian namemburukkan parawisata di Samosir do on, mambahen mabiar pengunjung.

Jadi hurasa molo naeng mangan manang bersantai akka pengunjung di daerah wisata di Samosir jolo disukkun ma harga, molo dang wajar harga ditinggalhon ma unang sai adong upload nasongonon, dohot iba merasa risau. Hu Tomok be hamu ro, hu lapokku, mangan dohot minum harga Standar,” tanggapan akun Ermauli Situmorang.

” Asal musim bulan dua bolas, lalap ma songon on postingan ta…..Godang nai na masa naso pola komentar hita.

Ta Coba hita ma mangallang lottong di bandara Kuala Namu. Arga na 49.000 per porsi amonge….dang adong komplain hita…

Tiba di Samosir on, sude gaor… Main fair ma hita bah… =Asa sonang sude bangso i… Ta pa bagak ma na hurang, ta tanding hon ma akka na hurang denggan… Sehat2 pangaratto songoni hita na tinggal di huta…” Komentar akun Bang Tigor Tambunan Pangaraji.

” Bagi aparat Pemda Samosir agar segera menertibkan para pedagang di daerah Pariwisata Samosir. Bagaimana bisa terus ramai pengunjung,kalau fasilitas dan Makanan nya serba MAHAL.

Aku asal dari Parbaba Pasir putih. Sudah banyak yg mengeluh kalau datang ke Samosir.

Aku asal dari Samosir jadi malu melihat dan mendengar bila disana serba MAHAL.

Kita Par Samosir Agar sama-sama mengimbau pada saudara kita di Samosir jangan membuat harga mahal.” Komentar Yoga Situngkir Monang.

Diinformasikan, bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pariwisata telah memberitahukan atau mengedarkan surat pemberitahuan dan peringatan kepada para pedagang agar tidak sesuka hati memberikan harga jualannya.

Hal ini Pemkab Samosir mengawasi para pelaku usaha agar menjual dagangannya sesuai dengan harga standar.

Dalam stiker yang ditempel di warung-warung disebutkan Jika terbukti melanggar maka usahanya akan ditutup

Related Post to Viral Lagi Harga Makanan Tak Wajar di Kawasan Wisata, yang Lucu Ada Meja pun Harus Dibayar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *